mUKa suRAt

Sunday, January 17

Peringatan

Bismillahi walhamdulillah,
Alhamdulillah, agak lama juga ana x menulis dalam blog nie, agak sibuk dengan urusan dunia, astaqfirullah... itu lah manusia, Allah uji dengan dunia... mudah - mudahan kita sama - sama di berkati dan diredhai Allah. Kali ni ana nak bawa satu dua cerita yang kemungkinan akan dicantum menjadi satu (ana x reti sangat bercerita) :) tak pe kut.. asalkan pembaca dapat pengajaran mahupun teladan, insyaAllah...

Bila kita renung serta muhasabah diri ini, kita hayati kembali detik - detik peristiwa besar yang berlaku dalam kebelakangan ini, awal muharam jatuh pada hari jumaat, tahun baru pada hari jumaat, ditambah dengan gerhana bulan pada hari jumaat dan juga gerhana matahari yang jatuh pada hari jumaat. sedar atau tidak, Allah nak tunjuk bahawa kebesaran dan kemuliaan yang berlaku pada hari jumaat, raja segala hari dan jangan lupa juga... HARI KIAMAT juga berlaku pada hari jumaat...

Bila sebut mengenai kiamat, rasa ianya semakin semakin semakin hampir kepada kita, sangat sangat hampir pada kita, bagaikan menunggu masa sahaja
"Telah semakin dekatkepada manusia perhitungan amalan mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)"
ayat Al-quran ini bagaikan satu peringatan pada kita, memang terlalu sesuai dengan kita yang semakin lalai semakin alpha pada dunia, MasyaAllah...

Cuba kita ambil masa seketika, masa kita berada di bangku sekolah, ustazah yang mengajar subjek agama menyebut mengenai hari akhirat ini, apakah yang kita rasa? adakah rasanya masih sama? masih jauh? atau pun sekarang perasaan yang kita rasa itu sudah lain? sangat lain.... berbeza.. bagaikan sebentar sahaja lagi dunia ini akan MUSNAH. bayangkan lah ketika itu kita baru saja sedar akan kesalahan kita, bayangkan lah pada waktu itu kita baru sahaja ingin pergi ke masjid untuk meminta taubat dan pertolongan Allah, bayangkan lah pada waktu gunung beterbangan bagaikan kapas, langit runtuh, daratan terbelah, dimana kita nak lari? dimana?

Ingatlah sahabat sekalian, pada hari itu, pintu - pintu taubat sudah ditutup. saya ulang, sudah ditutup. tiada lagi pengampunan dan penerimaan taubat. yang ada hanyalah penghitungan segala amalan yang kita lakukan... Nau'zubillah... takutnya kita pada hari itu, matahari yang hanya sejengkal, kita berseorangan hanya dengan amalan yang kita bawa... Ya Allah... takutnya kita pada waktu itu, dari mana amalan kita diterima?? tangan kanan? atau tangan kiri?

Ya Allah, syurga yang kita minta tapi amalan neraka yang kita lakukan... macam mana 2? amalan yang bagaimana? kita lihat sahaja dengan kehidupan seharian kita selama 24 jam sehari. berapa lama kita berbicara kepada Allah? berapa lama kita guna masa untuk akhirat? bermula daripada bangun pagi, sehingga terlelapnya kita, apa yang kita lalukan untuk Allah? apa yang telah kita lakukan untuk islam? fikir - fikirkanlah sahabat.. fikir - fikirkan lah sayang.

Masih tidak terlambat untuk kita meminta ampun dan paling penting Redha Allah didalam dunia ini. itu yang paling penting, usah risau dengan himpitan manusia. Allah pasti ada bersama orang yang benar.



Friday, January 1

Lalai dalam solat

"Wahai yang empunya diri, sudahkan selesai mendirikan solat"
"Sudah, alhamdulillah."

"Apakah kamu telah berniat dan mengangkat takbir ketika memulakan solatmu?"
"Ya".

"Apakah ketika kamu memasang niat dan mengangkat takbir itu,kamu rasakan ia mungkin solatmu yang terakhir,kerana mati boleh menjemputmu bila-bila masa?"
"Tidak"

"Adakah ketika lidahmu menyebut Allahuakbar,hatimu turut membesarkan Allah?"
"Tidak...."

"Kalau begitu ,kamu tidak benar-benar berniat dan mengangkat takbir."
"..."

"Ketika lidahmu melafazkan doa iftitah, adakah hatimu mengiakan bahawa hidup dan matimu hanya untuk Allah yang Esa?"
"Tidak"

"Ketika surah al-fatihah kamu baca ,adakah hatimu bersyukur kepada Allah, Tuhan yg kamu sembah dan tempat kamu minta pertolongan, lantas kamu memohon di beri petunjuk ke jalan yang diredhai -Nya dan dijauhkan dari jalan yang sesaat lagi di murkaiNya?"
"Tidak.. "

"Kalau begitu, kamu sebenarnya tidak membaca apa-apa dalam solatmu."

"..."

"Adakah kamu menyempurnakan rukuk dan sujud serta menjaga pergerakanmu agar tidak mendahului imam?"

"Ya"

"Dan ketika rukuk dan sujud itu adakah hatimu tunduk dengan penuh rasa hina diri ke hadrat Allah dan benar-benar merasakan kebesaran-Nya dan kamu merasakan Allah itu melihatmu dan menilai solatmu yg sedang kamu kerjakan?"
"Tidak"

"Kalau begitu,kamu sebenarnya tidak rukuk dan sujud ."

"..."

"Dalam solatmu, adakah kamu berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan suatu amal juga kebajikan yg paling utama?"
"Tidak"

"Dan ketika kamu akhiri solatmu dengan ucapan salam,adakah hatimu merasa takut kalau-kalau solatmu yang baru kamu kerjakan itu tidak diterima oleh Allah lalu amalan itu di lemparkan kembali ke mukamu , di samping berharap agar Dia mahu menilai solatmu sebagai pengabdian darimu?"
"Tidak.."

"Kalau begitu,kamu sebenarnya tidak mendirikan solat tidak mengingati dan mendekatkan dirimu dengan Allah melalui solatmu.

Berwaspadalah kerana Allah telah berfirman:
'Neraka wail bagi orang yang solat, yang mereka lalai dalam solatnya' (surah Al-Maun:4-5)

"Astaghfirullahal azim... Ya Allah,berikan aku kekuatan utk memperbaiki solatku dan menjadikannya wadah utk bertambah dekat dan hampir dengan-Mu."

Rasulullah saw bersabda yang bermaksud, "Berapa ramai orang yang mendirikan solat, tetapi yang diperolehinya hanya penat dan letih, kerana mereka itu lalai dalam sembahyangnya'

Hadis tersebut menerangkan betapa banyak sembahyang yang didirikan oleh seseorang itu tapi malangnya ia tidak memperolehi pahala melalui sembahyangnya itu. Sebaliknya oleh kerana lalai ketika sembahyang maka Allah swt menjanjikan balasan api neraka pula kepadanya.

Firman Allah yang bermaksud "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang solat, iaitu orang-orang yang lalai dari solatnya"

p/s: Sekadar utk renungan bersama....wallahu'alam....
copy + paste from www.pmiupmonline.blogspot.com

Wednesday, December 23

1431 + 20 + 2010

pembaharuan yang berlaku dalam hidup walaupun bukan secara serentak, tetapi ianya berdekatan @ boleh dikatakan beriringan...
tahun baru dalam hijrah~~ umur yang baru~~ tahun baru dalam masihi yang akan menjelang nanti...
oleh itu, aku mesti + harus + wajib + patut untuk mempunyai azam baru~~ semangat yang baru~~
tapi pendirian yang sama
.:BE STRONG, ALLAH ALWAYS BEHIND YOU:.
insyaAllah, aku berdoa banyak - banyak pada Allah agar aku tetap istiQamah dalam segala urusan pekerjaan mahupun cara hidup aku...
angka umur aku 2 sudah cukup menunjukkan aku perlu matang dalam segala urusan~~ insyaAllah....

katakanlah;" Hai hamba - hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa - dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."



1
2
3
4
5
...
target ...

kisah renungan~~ <3

Assalamu'alaikum,
Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini."
Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, "Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?"Paderi itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut. Paderi berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat."
Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan!" Sang paderi pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya." "Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!""Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? "Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua dibawah sinaran matahari?" Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.
Setelah membaca Basmalah dia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..
-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. berfirman,
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."(Al-Isra': 12).
-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
-Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.
-Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
-Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah s.w.t. berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin taufan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*
-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).
-Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf:98)
-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah s.w.t berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).
-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).
-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t.? "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.
Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan
kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.
Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"
Paderi tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah."
Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda. " Paderi pun berkata, "Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."
Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.**
* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui internet, www.gesah.net
NOTA:
Ini adalah artikel sulung dari qasha dan merupakan sebuah artikel yang cukup bagus. Ia dapat
menyedarkan kita agar membaca dan memahami isi kandungan Al-Qur'an bagi membolehkan kita
menangkis tohmahan dan menjawab pertanyaan orang-orang kafir
--
bukan senang nak senang
bukan susah nak susah

Monday, November 30

Terus suJud di siSiMU

mEndunG BErLAlu peRgi
suRia siNari aLam iNi
MeniTi haRi - haRi
kU Lemas dLm kEreSahan

tiTisan eMbun paGi
hiLang diTelan haRi
buNga dLm jaMbanGan
naMun tiDak keliHatan dI maTa

oH TUHAN
kAU tunJukkanLah paDaku JalanNya
duRi oNak akan kU HarunGi
deNgan keRelaan Hati

beRikan kU kekUaTan
unTuk ku ReMpuh raNjau iTu
aGar daPat ku menGhayati
teRus suJud di siSiMu

restuiLah lanGkah iNi
padaMu reLaku seRahkan
jiwa raGaku keSisiMu
haNya padaMU

ya Rabb

"sujud disisiMU" LELA

Sunday, November 29

Tajdid? Apa itu tajdid?

Isu tajdid dan kemodenan telah menjadi aliran baru yang didorong oleh tujuan-tujuan dan matlamat yang kadang-kadang boleh memperdayakan sesetengah orang. Ini menjadikan persoalan apakah akar pokok tajdid dan apa dimensinya, persoalan yang memerlukan jawapan segera.

Definisi yang sebenar kepada perkataan tajdid sebagaimana yang dibawa oleh sunnah yang suci dan diperkatakan oleh ulama' Islam yang thiqah dan fuqaha'nya ialah:

Menghidupkan batu tanda agama setelah ia tertimbus, menyambung apa yang terburai, menerangkan sunnah daripada bidaah dan menghidupkan amalan yang dipelajari daripada kitab dan sunnah.

Berkata Syeikh Al Ghazali dalam menerangkan makna sebenar kepada istilah ini:
"Tajdid ialah mempertahankan usul daripada apa yang merobeknya, menggilapnya daripada kesamaran yang menyelubung, menjernihkannya daripada kekeruhan. Ia seperti membasuh pakaian sehingga hilang segala kotoran atau menyapu debu yang melitupi gambar yang terbiar lama tanpa penjagaan."

Dalil yang membuktikan wujudnya istilah tajdid dalam kamus perbendaharan kata umat ini merujuk kepada hadith sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:
"Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini di permulaan setiap seratus tahun, seorang mujadid yang mentajdid agamanya".

Tajdid dalam Islam ialah kembali kepada asal yang unggul yang menjadi sumber kemuliaan manusia iaitu kitab dan sunnah. Ia tidak mungkin difahami kecuali dengan mendekatkan diri dengan tokoh-tokoh ikutan yang bebaskan diri hanya untuk kebenaran, menjulang panji-panji ini. Mereka adalah pelopor kebaikan dan rahmat kepada manusia. Mereka adalah ukuran keadilan dan neraca kemuliaan kepada umat manusia.

Tetapi sekitar akhir kurun ke-19 dan semenjak awal kurun ke-20, muncul makna baru kepada istilah tajdid berlainan dengan makna asal sebenar seperti yang kami sebutkan. Telah muncul apa yang boleh kita istilahkan sebagai pemikiran Islam liberal beracuan barat. Atau dengan kata lain pemikiran yang seiring dengan aliran pemikiran barat atau pemikiran orieantalis.

Ia membawa tajdid yang memelihara akidah Islamiah, tetapi tersimpan di atas rak atau di muzium sebagai satu benda yang amat unggul dan sangat suci. Pada hakikatnya ia adalah sekular yang bermotifkan untuk memisahkan agama daripada kehidupan, dan mengambil sistem barat yang diimport untuk menggantikan syariat Islam. Tajdid yang memberi makna mensia-siakan Islam dan melampaui batasannya, memperlekehkan penghasilan lalu dan menundukkan Islam kepada konsep pemodenan.

Mereka mengatakan menggantung perlaksanaan Islam adalah satu tuntutan kemestian (dorurat) sosial. Di bawah tekanan suasana kehidupan yang sentiasa baru, Islam tidak akan mampu menyesuaikan tuntutan pemodenan dengan kandungan pengajarannya. Berkeras dengan ajaran Islam bermakna memencilkan diri daripada kehidupan, ketinggalan dalam menggunakan wasilah kemajuan dan cenderung untuk memilih kemiskinan, berpenyakit dan kejahilan. Begitulah sangkaan mereka.

Mereka mengatakan lagi, kemajuan adalah "kanun kehidupan umum" yang tidak boleh tidak mesti dipatuhi. Kerana itu pada sangkaan mereka, orang Islam harus menggunakannya dalam kehiupan keIslaman mereka supaya ia dapat berjalan seiring dengan kemodenan dunia barat dan dengan itu mereka akan selamat daripada punca-punca kelemahan dan kemunduran. Jadi mereka hendaklah memajukan Islam sebagai agama.

Atau dengan ungkapan yang lebih jelas: orang Islam atas nama ilmu, kemajuan dan tajdid hendaklah mengubah agama mereka dan memajukannya dengan cara memperbaharui pemahamannya, menjauhkannya daripada politik dan negara, serta mengusirnya dari masuk campur hal ehwal hubungan antara individu.

Islam juga hendaklah menyelamatkan diri mereka dari terkait dengan apa-apa bentuk pemilikan sumber kekuatan, meninggalkan masalah ketuanan iman yang menolak wala' kepada bukan Islam atas kepentingan Islam dan menolak perkahwinan muslimah dengan bukan muslim.

Selain itu Islam juga perlu melupakan perbezaan lelaki dan wanita dalam menerima pusaka, hak talak, tidak masuk campur dalam urusan hubungan kemasyarakat antara sesama muslim, dan hubungan muslim dengan masyarakat antara bangsa, sebagaimana Islam tidak perlu masuk campur dalam urusan menentukan hubungan antara modal dalam perindustrian, hubungan perdagangan antara pemodal dan pekerja atau antara pemilik harta dengan golongan fakir untuk menghalal dan mengharam atau memaksa pembayaran zakat dan sebagainya.

Ini bukan suatu perkara baru. Semenjak zaman dahulu lagi mujaddid palsu yang mensejajarkan syariat dengan nafsu manusia cuba mentafsir riba dengan tafsir yang tidak diketahui daripada salaf ass soleh, tidak sejajar dengan nas-nas Quran, juga dengan hadis-hadis sahih dan tidak juga dengan ijma' umat semenjak zaman silam hingga zaman yang hampir ini.

Berkata Syeikh al Ghazali dalam mengulas perkara tersebut:
"Perjalanan mujaddid palsu ini penuh mengecewakan, mereka mematikan Islam bukan mentajdidikannya. Sesungguhnya mentajdid pemikiran Islam menuntut akal yang lebih matang, hati yang lebuh bersih, memahami kesilapan sejatah, kegelinciran rijal (pemuka-pemuka), ilmuan yang arif tentang kitab-kitab, bukan sekadar banyak membaca, mahir tentang hadis, bukan sekadar meriwayatkannya, fakih tentang syarak, bukan sekadar pengikut, tahu selok belok tarbiah dan pengajaran, bukan sekadar pengikut pemimpin dan pemilik sijil yang tidak berilmu."

Kita tidak menolak tajdid tetapi memperingatkan pembaca dari percubaan untuk menyelewengkan agama atas nama tajdid, tetapi ia hendaklah dilakukan dalam ruang lingkup Islam dan iltizam dengan hukum hakamnya.

Adapun tajdid yang dijadikan helah untuk mengahalalkan pergaulan bebas, riba, faedah bank, membuka aurat, lebur identiti dan mempermainkan orang beriman maka ia bukannya tajdid, sebaliknya penyelewengan, kesesatan dan kerendahan akhlak.

sumber: protajdid.blogspot.com

Saturday, November 7

Pesanan Untuk Orang Yang Berdosa

Aku tertarik untuk berkongsi disini supaya ianya menjadi peringatan dan amaran kepada ku dan sahabat ku. Hmm... baru – baru nie ad seorang sahabat menegurku, alhamdulillah, terima kasih sahabat. ’ayu, samapi bila ko nak dlm persediaan nie? Bila nak melakukan anjakan paradigma yang ko ckp dulu, ye, aku tahu ko baru berubah mendekati Allah, tapi ko x perasan ke? Dah masuk satu tahun setengah ko dlm proses mujahadah, sepatutnya proses itu bertambah mantap, bukan makin berkurangan” sahabat menambah, (ayu, ko beruntung sebab dapat menikmati saat perubahan itu, cube lihat yang lain, yang masih berpeleseran diluar sana, sayang sekali, Allah sayang pada kamu, tapi kenapa ayu x menghargainya?’ sahabat aku macam kecewa la gak ngan aku nie. Hmm... pesanan untuk orang yang berdosa mcm aku nie,

Allah berfirman dlm surah Al-Imran : 135 ( Dan juga orang – orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka- dan sememangnya tiada yang mengampunkan dosa selain Allah, dan juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya)”

Ku akui diri ini, hamba yang mungkir pada janji – janji, terimalah taubat, ampun kan kami Ya Allah.

Aku kene muhasabah balik diri aku nie, tanggung jawab semakin berat, tapi kenapa aku semakin lalai dalam menuntut cintaNya? Hmm... 2 la.. selalunya, pabila kita rasa seronok melakukan sesuatu, tanpa niat kerana Allah mahupun Islam, itulah maksiat. Dan maksiat itu, amat sukar untuk ditegah, lagi – lagi kepada mereka yang banyak melakukan maksiat... mcm aku.

Kadang – kadang kita tahu itu salah, haram, fitnah, maksiat, dosa, tapi kita tetap melakukan nya... kenapa? Sebab kita rasa best... maksiat, biasa lah.. syaitan membisik pada kita, menggilap pada hati kita, buatlah benda itu, best... seronok.. itulah.. Pegangan kita pada Allah kurang.. hati yang suka akan maksiat adalah hati yang jauh daripada Allah...

Ingatlah bahawasanya iman seseorang hamba itu bagaikan berada diantara dua jari Allah, Dia bisa membolak balik hati kita, kerna itu ada yang pagi beriman dan petang kafir. Aku nak ke macam itu??

Sering kali aku berazam, bertekad dan iktikad, tapi kenapa ku tidak membulat serah pada Allah? Kita x boleh menjadi islam yang Liberal, sikit2 buang, yang best ambik. Mcm mana 2?

Allah berfirman dalam surah Al- Baqarah:10 ”dalam hati mereka (golongan yang munafik itu) terdapat penyakit syak dan hasd dengki, maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka; dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab mereka berdusta (dan mendustakan kebenaran)”.

Nak ke aku jadi orang munafiq nie? Manusia yang paling hina disisi Allah ialah orang fasik dan munafiq yang mengaku islam tetapi masih lagi suka berbuat maksiat, mengaku islam tapi hanya pada nama rupa fizikal riak takbur hasad dengki iri hati??

Tanda – tanda orang yang terjangkit hati adalah seperti berikut :

a) Melalaikan solat jemaah. Kalaupun solat, dia mendirikan sengan riya’ dan ingin dilihat orang (mereka bermaksud riya’ dihadapan manusia) An-Nisa : 142

b) Jarang mengingati Allah. Dia lebih sering memperlihat syawat, makanan, minuman, teman, kekasih dan duniawinya (dan mereka hanya sedikit sekali menyebut nama Allah) An-Nisa:142

c) Menceritakan sesuatu yang sebenarnya tiada dalam hatinya. Mereka memuji islam, orang yang soleh, Al-Quran, memperingati kematian. Namun, Allah tahu bahawasanya jauh dihatinya membenci dan tidak suka melakukannya

Koreksilah diri, muhasabah lah diri, dunia semakin hampir kepada Kiamat, lupakanlah mencari keseronokan dunia.

Ayu, hargailah hidayah yang Allah berikan, kemanisan iman yang semakin jauh dari kamu. Allah tak rugi apa – apa, tapi ayu akan mendapat siksaan yang keras daripadanya. Pilihlah jalan yang diredhai Allah, Allah sayang kamu sahabatku, Allah sayang kamu, Allah masih lagi ingin membentuk kamu kejalan yang disukainya sahabatku. Tahanlah nafsu, ubahlah sikap, masa tidak menunggu kamu, tapi dosa itu... Percayalah sahabat, untuk mendapat manisnya madu, kita perlu sabar dan berhati – hati mengambilnya dari sarang lebah, memang banyak rintangan dan kemungkinan akan disengat lebah, tapi percayalah, hasilnya adalah madu yang manis. Begitu juga dengan iman. Ayu sudah besar, pandai berfikir, ingatlah Allah, ingatlah kasih sayangnya.