mUKa suRAt

Wednesday, May 19

kala Cinta merangsang Aqidah~~


Author: Abu Aufa


Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap
senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai disudut mata.

Pedih dan sedih silih berganti kunjung mengunjungi.

Pupus segala harap, melukai semua impian
yang kadang memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh
menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan.

Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas
sekelebat bayang. Disibaknya kegelapan, namun entah
dimana ia berada. Kecewa, hingga guratan keresahan
menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang
menusuk-nusuk, membuat kedukaan semakin berat, hingga
menghujam akal dan aqidah. Air mata semakin deras
tumpah, lelah, tubuh pun mencoba rebah. Namun jiwa ini
lemah, mata air di telaga yang coba dibendungnya
kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hingga
membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.

Cinta...
Entah berapa banyak pahlawan yang tercipta karenanya,
namun cinta juga kadang melahirkan para pecundang. Ia
laksana kobaran api yang berasal dari setitik bara,
menyuluh, namun dapat pula membakar. Impian cinta
membuat hati dan raga terselimuti bahagia, hingga
memompa harapan yang keluar masuk melalui butiran
darah. Mengharapkan kekanda tercinta yang siap
mendampingi saat tawa dan air mata, hingga terbentang
siluet istimewanya seorang wanita yang telah menikah,
mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut
kasih sayang.

Namun, impian berbeda dengan kenyataan. Sepi semakin
menggerogoti hari, sendiri... dan masih sendiri.
Duhai belahan hati, entah dimana kekanda bersembunyi.

Ukhti sholehah yang dicintai Allah Ta'ala...
Cinta dan impian membentuk sebuah keluarga memang
begitu indah. Namun takkala ia belum menyapa,
janganlah membuat gundah dan resah, bahkan merubah
pandangan terhadap Sang Pemilik Cinta. Kegelisahan
jangan pula membuatmu menggadaikan aqidah, karena
sungguh harta itu tak ternilai harganya. Tak ada yang
dapat membelinya, apalagi dengan basa-basi cinta yang
menyelubungi halleluyah.

Cinta yang membara tak akan dapat menghapus ketentuan
Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan janganlah kamu
menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita
mu'min) sebelum mereka beriman..." [Al Baqarah: 221].

Namun, ajaran junjungan Rasulullah Sallallaahu Alayhi
Wasallam akan pupus, tidak dengan senjata tapi dengan
kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika,
dan tidak dalam benci tapi dalam cinta [Henry Martyn,
missionaris, 1812 M].

Cinta akan membentuk sebuah keluarga samara (sakinah,
mawaddah wa rahmah) karena kesamaan iman dan aqidah,
dalam naungan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan
biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta
berselaput halleluyah, karena cinta seperti itu akan
meranggas aqidah. Pernikahan dengan keyakinan yang
berbeda, tak akan melahirkan ketenteraman jiwa, karena
ia adalah zina.

Dapatkah engkau menjawab saat anakmu bertanya, mengapa
ayah selalu pergi setiap hari Minggu, sedangkan dirimu
ruku' dan sujud? Bisakah engkau menjelaskan saat anak
laki-lakimu bertanya, mengapa ayah tidak pergi solat
Jumaat padahal dirimu berbicara panjang lebar tentang
kewajiban menunaikannya? Atau, mengapa ayah tidak
mengucapkan bismillah tapi atas nama Bapa, Putera dan
Roh Kudus? Juga, mengapa Tuhannya ayah ada 3 sedangkan
dirimu selalu mengucapkan Ahad... Ahad... Ahad?
Mampukah engkau menjelaskan semua itu dan banyak lagi
kepada buah hatimu?

Duhai ukhti, sanggupkah engkau menahan murkanya Allah
Subhanahu wa Ta'ala?


Saat jiwamu lelah bertanya dimanakah gerangan kekanda
berada, kembalilah kepada Sang Pemilik Rahsia,
lantunkan munajat dan do'a, mohon tetapkan iman untuk
selalu teratur kepada-Nya. Jadikan hati ini selalu
ikhlas serta rela atas setiap keputusan-Nya.

As'alukallahummar ridha ba'dal qadha, wa burdal 'iisyi
ba'dal maut, wa ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa
syauqon ila liqaa'ika.

Ya Allah, aku mohon kerelaan atas setiap keputusan-Mu,
kesejukan setelah kematian, dan kelezatan memandang
wajah-Mu serta kerinduan berjumpa dengan-Mu.

Mohonkan juga kepada-Nya, agar Ia menguatkan niat dan
azzam kepada lelaki yang belum menikah untuk segera
menyempurnakan setengah agama, sehingga dirimu serta
pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun sebuah
istana kecil nan indah dalam naungan ridho-Nya.

Duhai ukhti sholehah...
Sabar... dan bertahanlah. Kalaulah Allah Subhanahu wa
Ta'ala menakdirkan dirimu sebagai lajang di dunia ini,
yakinlah di surga ada yang setia menanti. Kuatkan
hati, tegar... dan selalu tegar, karena dirimu
memiliki harta yang tak ternilai harganya, yaitu
aqidah.

Friday, April 30

JANGAN LETIH IKHLAS

Jika kita memberi kebaikan kepada seseorang, kebaikan itu akan dibalas walaupun yang membalasnya bukan orang yang kita berikan kebaikan itu. Hakikat ini mengingatkan saya kepada satu perbualan yang berlaku sewaktu saya mengendalikan program latihan beberapa tahun lalu di sebuah organisasi.

"Saya tidak mempunyai apa-apa harapan lagi pada organisasi ini," kata seorang kakak berterus-terang.
"Mengapa?" balas saya.
"Organisasi ini dipenuhi oleh kaki bodek dan kaki ampu. Saya terseksa bekerja secara ikhlas di sini. Tidak pernah dihargai, tidak ada ganjaran yang wajar. Saya bukannya orang yang bermuka-muka. Tak pandai saya nak ampu-ampu orang atas, Fokus saya kepada kerja sahaja."

Kakak itu sebenarnya adalah peserta program yang paling senior. Telah berpuluh tahun bekerja dalam organisasi tersebut. Itu adalah kali terakhir dia mengikuti program latihan. Enam bulan lagi dia akan bersara. Kesempatan yang diberikan kepadanya dalam sesi memperkenalkan diri itu telah digunakannya sepenuhnya untuk meluahkan rasa kecewa dan marahnya sepanjang berkhidmat di situ. Sungguh, dia kecewa sekali. Siapa tidak marah, jika bekerja secara ikhlas dan gigih tetapi tidak pernah dinaikkan pangkat atau mendapat kenaikan gaji?

Sewaktu rehat, sambil minum-minum dan berbual santai saya bertanya kepadanya, "kakak punya berapa orang anak?"
Sengaja saya bertanya soal-soal "di luar kotak" agar ketegangan dalam sesi sebelumnya dapat diredakan.
"Oh ramai encik…"
"Bagaimana dengan anak-anak kakak?"

Wah, saya lihat dia begitu ceria apabila mula menceritakan tentang anak-anaknya. Boleh dikatakan semua anak-anaknya berjaya dalam profesion masing-masing. Ada yang menjadi doktor, jurutera, pensyarah dan sebagainya. Malah seorang anaknya telah menjadi hafiz.
"Kakak, boleh saya bertanya?"
"Tanyalah encik…" ujar kakak itu sambil tersenyum. Mendung di wajahnya sudah berlalu. Dia begitu teruja bila bercerita tentang anak-anaknya. Memang, semua anak-anaknya menjadi.

"Jika kakak diberi pilihan, antara anak-anak yang "menjadi" dengan naik gaji, mana yang kakak pilih?"
Belum sempat dia menjawab, saya bertanya lagi, "antara kakak naik pangkat dengan anak-anak berjaya dalam karier mereka, mana yang kakak pilih?"

Dengan cepat kakak itu menjawab, "hati ibu encik… tentulah saya pilih anak-anak saya menjadi walaupun tidak naik gaji atau dapat pangkat. Anak-anak adalah harta kita yang paling berharga!"

Saya tersenyum. Hati ibu, begitulah semestinya.
"Kakak, sebenarnya keikhlasan dan kegigihan kakak bekerja dalam organisasi ini telah mendapat ganjaran…" kata saya perlahan. Hampir berbisik.
"Maksud encik?"
"Allah telah membalas dengan ganjaran yang lebih baik dan lebih kakak lebih sukai. Bila kakak ikhlas bekerja dalam organisasi ini, Allah berikan kepada kakak anak-anak yang menjadi."
"Tidak pernah saya terfikir begitu encik…"

"Allah Maha Berkuasa. Ada kalanya takdir dan perbuatan-Nya terlalu misteri dan rahsia untuk dijangkau oleh pemikiran kita. Tetapi yakinlah what you give, you get back
. Itu hukum sunatullah dalam hubungan sesama manusia. Kebaikan yang kita buat akan kembali kepada kita. Yakinlah."
"Walaupun bukan daripada seseorang atau sesuatu pihak yang kita berikan kebaikan itu?"
"Maksud kakak?"

"Macam ni, saya buat kebaikan kepada organisasi tempat saya bekerja, tapi Allah berikan kebaikan kepada keluarga. Pembalasan Allah bukan di tempat saya bekerja, sebaliknya diberikan dalam keluarga saya. Begitukah encik?"
"Itulah yang saya katakan tadi, takdir Allah kekadang terlalu misteri. Tetapi ketetapannya mutlak dan muktamad, siapa yang memberi kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Dalam istilah biasa itu dipanggil golden rule!"

Kakak itu termenung. Mungkin memikirkan pertalian dan kaitan antara apa yang berlaku dalam organisasi dengan familinya.
"Metafora atau analoginya begini. Katalah kita sedang memandu di satu jalan yang mempunyai dua atau tiga lorong. Penuh sesak. Tiba-tiba sebuah kereta yang tersalah lorong di sebelah memberi isyarat untuk masuk ke lorong kita. Kerana simpati melihat dia terkial-kial memberi isyarat, kita pun beralah, lalu memberi laluan untuk kereta itu masuk di hadapan kita…"

Saya berhenti seketika mengambil nafas sambil mencari reaksi. Saya lihat kakak itu mendengar penuh minat. Dia meneliti metafora yang saya sampaikan dengan begitu teliti.
"Kemudian kita terus memandu ke hadapan. Mungkin sejam kemudian atau setelah berpuluh-puluh kilometer, tiba-tiba kita pula yang tersalah lorong. Kita pula yang memberi lampu isyarat untuk masuk ke lorong sebelah. Soalnya logikkah kalau kita mengharapkan kereta yang kita bantu sebelumnya memberi laluan untuk kita?"

Kakak itu tersenyum dan berkata, "tak logik encik. Kereta yang kita bantu tadi entah ke mana perginya."
"Tapi ada tak kereta lain yang simpati dan memberi laluan untuk kita?'
"Pasti ada! Insya-Allah. "
"Ya, begitulah. Padahal kereta itu tidak pernah sekali pun kita tolong. Tetapi Allahlah yang menggerakkan hati pemandunya untuk memberi laluan kepada kita. Orang yang kita beri kebaikan, tidak ada di situ untuk membalas kebaikan kita… Tetapi Allah menggerakkan hati orang lain, yang tidak pernah merasa kebaikan kita untuk membalas kebaikan kita tadi."

"Subhanallah! "
"Begitu dalam litar di jalan raya dan begitu jualah litar dalam kehidupan manusia. Kita buat baik kepada A, tetapi kerap kali bukan A yang membalas kebaikan kita tetapi B atau C atau D atau lain-lainnya yang membalasnya. Inilah hakikat yang berlaku dalam kehidupan ini."
"Kita tidak boleh kecewa bila keikhlasan kita dipersiakan? " tanya kakak itu lagi. Lebih kepada satu respons minta diiyakan.

"Kakak, ikhlas sebenar tidak pinta dibalas. Tetapi Allah Maha Kaya dan Maha Pengasih, siapa yang ikhlas akan diberi ganjaran walaupun mereka tidak memintanya kerana setiap kebaikan itu akan dikembalikan kepada orang yang melakukannya. Ia umpama bola yang dibaling ke dinding, akan melantun semula kepada pembalingnya! "
"Selalunya saya dengar, orang ikhlas akan dibalas di akhirat."
"Itulah balasan yang lebih baik dan kekal. Tetapi saya katakan tadi, Allah Maha kaya, Allah mahu dan mampu membalas keikhlasan hamba-Nya di dunia lagi."

"Maksud encik?"
"Orang yang ikhlas akan diberi ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Anak-anak yang soleh dan solehah. Isteri yang taat atau suami yang setia. Dan paling penting… hati yang sejahtera. Inilah kekayaan dan kelebihan yang lebih utama daripada pangkat, gaji dan jawatan."
"Jadi orang ikhlas akan terus ditindas, tidak dapat kenaikan pangkat atau gaji? Bukan apa, saya terfikir kenapa nasib kaki ampu dan kaki bodek lebih baik dalam organisasi. Mereka dapat naik pangkat!"

Giliran saya pula tersenyum.
"Tidak ada kebaikan yang akan kita dapat melalui jalan yang salah. Percayalah, kalau benar mereka kaki ampu dan bodek sahaja… pangkat yang mereka dapat akan menyebabkan mereka melarat. Gaji naik, tetapi
ketenangan hati menurun. Ingat apa yang saya kata tadi,
what you give you get back but more than that… Golden rule itu bukan untuk kebaikan sahaja, tetapi untuk kejahatan juga. Kalau kita berikan kejahatan, kejahatan itu akan kembali semula kepada kita. Kaki ampu, mungkin akan dapat anak yang pandai bermuka-muka. Kaki bodek mungkin dibalas dengan isteri yang berpura-pura! " terang saya panjang lebar.

"Jadi apa yang harus saya lakukan dengan baki masa perkhidmatan yang tinggal tidak beberapa bulan lagi ni?"
"Bekerjalah dengan gigih. Walaupun mungkin bos tidak melihatnya, tetapi Allah Maha Melihat. Bekerja itu satu ibadah. God is our "ceo", kata orang sekarang. Insya-Allah, satu hari nanti manusia juga akan diperlihatkan oleh Allah tentang keikhlasan manusia yang lain. Jangan berhenti memberi kebaikan hanya kerana tidak dapat penghargaan…"
"Maksud encik?"

"Jangan mengharap terima kasih daripada manusia atas kebaikan yang kita buat kepadanya."
"Kenapa?"
"Kita akan sakit jiwa!"
"Kenapa?"
"Kerana umumnya manusia tidak pandai berterima kasih. Lihatlah, kalau kepada Allah yang Maha Memberi pun manusia tidak pandai bersyukur dan berterima kasih, apalagi kepada manusia yang pemberiannya terbatas dan berkala. Sedikit sekali daripada manusia yang bersyukur," balas saya mengulangi apa yang maktub dalam Al Quran.

"Tetapi Allah tidak berhenti memberi… " kata kakak itu perlahan.
"Walaupun manusia tidak berterima kasih kepada-Nya. Sekalipun kepada yang derhaka dan kafir, tetapi Allah terus memberi… Justeru siapa kita yang tergamak berhenti memberi hanya kerana tidak mendapat penghargaan dan ucapan terima kasih?"
"Ah, kita terlalu ego…"

Dan itulah kesimpulan perbualan yang saya kira sangat bermakna dan besar impaknya dalam hidup saya. Saya terasa "diperingatkan" semasa memberi peringatan kerana pada hakikatnya saya juga tidak terlepas daripada lintasan hati oleh satu pertanyaan… orang ikhlas tertindas?
Sekadar perkongsian kepada sahabat2 semua..^_^. Sama-sama istiqamah dalam perjalanan kita mencari keredhaanNya. .
Pengembara Ilallah..
http://khyrulhycal3 13.blogspot. com

Sunday, April 18

kiamat sughra

Ringkasan:

Sabda Rasulullah:

"Kiamat itu ada dua... Kiamat Sugra (Kecil) dan Kiamat Qubra (Besar)... Kiamat Sugra ialah Kiamat dimuka bumi sahaja diakhir zaman... Akan masih ada segolongan kecil yang hidup untuk pembiakan umat baru yang akan bertemu Nabi Isa A.S... Manakala Kiamat Qubra ialah Kiamat yang seluruh alam semesta dan galaksi hancur... Tiada lagi manusia yang hidup, dan tiada lagi bumi..."

"Umatku ada dimuka bumi ini selama 1,500 tahun lamanya... Sebelum terjadinya Kiamat Qubra, akan tiba Kiamat Sugra... Sebelum datangnya Kiamat Sugra, akan ada tanda-tandanya... Begitu juga sebelum tibanya Kiamat Qubra..."

Ayat al-Quran:
"Tidakkah kamu (manusia) melihat bagaimana Allah menghapuskan kaum terdahulu sebelum kamu, sedangkan mereka (kaum terdahulu) dari tamadun yang hebat, membina bangunan dari tembok-tembok kukuh..."

"Apabila manusia terlalu banyak melakukan kerosakan dimuka bumi ini, Allah akan perintahkan bumi bergoncang, gunung memuntahkan isinya, langit menurunkan hujan, sehingga mereka (manusia) menjadi hancur-sehancurnya... Dan Allah akan menggantikan mereka dengan umat yang baru..."
________________________________________________________________________

Ust.Harun Din dlm ceramah dia, ada membaca sebuah artikel yg menceritakan bahawa dunia ni dah nak kiamat ... Planet Marikh (planet ke-4 dan paling dekat dengan bumi) telah mengalami pusingan yang terbalik pada bulan Sept 2008 lepas.. Maknanya, planet yg dekat dgnnya jugak (bumi la) akan bertukar arah pergerakan dia.. Maka pada saat tu akan terjadi kejadian matahari tenggelam sebelah timur...

Penjelasan Saintifik Bagaimana Ia Berlaku:
Untuk pengetahuan semua, sebuah planet bernama Nibiru atau planet X (oleh NASA) sedang melengkapkan putaran orbitnya yang berlaku setiap 3600 tahun.. Planet ini 100 kali ganda besar bumi dan sama besar dengan planet Jupiter (Musytari). Dijangkakan pada 21/12/2012 planet ini akan memberi kesan paling dahsyat kepada bumi dengan memutarkan kutub-kutub ke kedudukan terbalik (polar shifting) yang dijangkakan oleh NASA.

Pada bulan Mei 2009 lalu Planet X berwarna merah jelas kelihatan oleh semua penduduk bumi selama sebulan antara jam 1am - 3am...


Peristiwa ini seperti yang pernah berlaku semasa banjir besar zaman Nabi Nuh AS dahulu.. Planet ini tak menghentam bumi tapi tarikan gravitinya yang sangat kuat akan mengganggu bumi... Ia hanya akan lalu diantara bumi dan matahari dimana kecerahannya berwarna kemerah-merahan seakan-akan anak matahari..
(Tanda tibanya kiamat kecil objek merah di langit kelihatan)...


Amerika Syarikat dan negara barat lain sedang sibuk membuat persiapan menghadapi keadaan ini dengan membina beberapa penempatan sementara di banjaran-banjaran gunung lengkap dengan makanan yang mampu bertahan 3 tahun kerana dianggarkan 2/3 penduduk bumi ini akan lenyap...

Di norway misalnya mereka membina sebuah gudang menyimpan segala biji benih di sebuah bukit lengkap dengan ciri-ciri keselamatan dan dari ancaman bencana..
(Rujuk paper bulan Februari 2008, kosmo, Berita Harian dan lain-lain)


Benarlah sabda RASULULLAH
Satu hari nanti bumi akan hancur dan ditenggelami air selama 40 hari, dan satu zaman baru muncul dipanggil back to ancient berlaku dimana segala teknologi pupus dan manusia akan kembali seperti zaman purba, berperang dengan pedang cara kuno...

Jadi bersedialah kita umat Islam...ALLAHHU AKBAR..!!

Kajian... (ALLAH Maha Mengetahui dan mahu kita berfikir..)

a) Mengikut hadith umat Rasulullah akan hidup selama 1500 tahun... Sekarang sudah 1440 = 426 + 12 tahun hijrah.... Daripada ini kita ketahui kita akan bertahan dalam masa 61 tahun lagi..
Jikalau ini benar, Alam akan kiamat (Besar) pada tahun 2066...

b) Saintis telah menjumpai sebuah planet yang lebih kecil daripada bumi yang menghala ke bumi.. Ia telah dianggarkan bahawa planet itu akan melanggar bumi pada tahun 2014.
Namun, Amerika telah cuba untuk menukarkan orbitnya dengan menembaknya dengan sebuah roket...

Dan saintis juga telah menjumpai sebuah planet yang jauh lebih besar dari Bumi juga akan menghentam bumi dalam masa 60 tahun lagi...
Jikalau ini benar, dunia akan musnah pada tahun 2065.....


c) Dan dikatakan kuasa Israel akan mencapai puncaknya pada tahun 2007... Mereka merancang memusnahkan Kaabah pada tahun 2011...
(Meruntuhkan Kaabah mengundang kemurkaan Allah, mungkinlah juga Kiamat Kecil 2012 itu disebabkan kemurkaan Allah)
Dan kuasa Israel akan jatuh semula dalam 14 tahun, iaitu tahun 2022, disebabkan oleh penurunan semula Nabi Isa..... .
Dan hadith mengatakan bahawa Nabi Isa hanya akan hidup selama 40 tahun dan dunia akan kiamat selepas itu..

Jikalau ini benar dunia akan kiamat pada tahun 2062...

Dianggarkan Kiamat Qubra (Besar) Antara Tahun 2062-2066...

Wallahu'alam. .. Semua ini telah dikaji...

Dan yang dipercayai paling tepat ialah hadith yang mengatakan bahawa umat Rasulullah akan bertahan selama 1500 tahun...
Kita telah berada di bumi ini selama 1440 tahun...

Cubalah anda kirakan sendiri...

Beribadatlah wahai umat Islam sekalian...
Kiamat pasti tiba. hanya orang yang leka dengan dunia sahaja yang akan rugi. Berhibur tidak salah tapi jangan lupa apa yang disuruh oleh Allah.

Patuhi suruhan Allah dan tinggalkan yang mungkar.
Marilah sama-sama mendoakan kesejahteraan untuk semua umat Islam..

sumber : halaqah.net

Tuesday, April 13

Alangkah susahnya mencari kebenaran di akhir zaman

Alangkah susahnya mencari kebenaran di akhir zaman
Terutama orang awam yang ilmu agamanya sekadar cukup untuk fardhu ain
Selain itu tidak mampu menilai benar atau salah, hak atau sesat

Orang munafik menuduh oang lain munafik yang tidak munafik
Orang yang sudah sesat menuduh orang yang tidak sesat sebagai sesat
Teraniayalah orang yang tidak munafik terzalimlah orang yang tidak sesat

Pembuat-pembuat bid'ah menuduh orang yang berjalan di atas As Sunnah sebagai pembuat bid'ah, kerana sudah ramai yang tidak ikut As Sunnah.

Yang mengikut As Sunnah dipercayai orang ramai pembuat bid'ah.
Teraniayalah pula pengikut-pengikut As Sunnah, dianggap bid'ah.

Orang-orang baik dianggap jahat, penjahat-penjahat dianggap baik
Kerana orang yang baik terlalu sedikit mereka terpinggir,
terpinggir ertinya jahat pada pandangan ramai.

Orang yang ada jawatan tinggi cakapnya dianggap benar dan sah belaka
Rakyat jelata walaupun benar,
cakapnya tidak ada harga,
tidak diambil kira sekalipun dia seorang yang soleh
Jawatan tinggi yang menentukan salah benar sesuatu masalah

Bukankah terkeliru dibuatnya di dalam mencari kebenaran?
Begitulah watak akhir zaman, yang sudah jauh dari Rasul
Sungguh susah hendak mencari kebenaran,
macam hendak mencari gagak putih atau merah.

Tunjukkanlah kami ya Allah jalan kebenaran
Agar kami tidak sesat jalan menuju Engkau
Ya Allah selamatkan kami

Thursday, February 4

CINTA, adakah aku layak mendapatkannya?

Assalamualaikum salam kasih dan sayang

Alhamdulillah kali ini aku diberi masa untuk mencoret2 kembali dalam blog kesayangan ni... bagi pengetahuan pembaca 4.2.2010 akan di adakan Muhasaabah Cinta di dewan 2, UPM
6 & 7 akan diadakan kurusu pra - perkahwinan di dewan sri pulasan, UPM
8.2.2010 akan diadakan Bicara Tentang Cinta di dewan 2, UPM.

semua iklan itu berkisar tentang perasaan, cinta dan kasih dalam erti kata lain untuk pengetahuan minda bawah sedar kita.

Tapi aku tetiba terpikir, layak kah aku?
adakah aku layak untuk menerima semua ini?
mulut mengatakan cinta aku ini hanya untuk Allah
tapi aku masih lagi bergelumang dengan maksiat!!
Orang cakap, kalu kita cinta pada seseorang itu, kita mesti sentiasa memikirkan mengenainya.
sehinggakan mandi x basah, tidur tak lena, makan tak lalu, asyik memikir sang kekasih. tapi aku??
andai benar cinta padaNya, berapa kali aku menemuiNya? berapa kali aku bangun malam untuk berbicara denganNya?
ceh! Adakah betul aku ikut segala kemahuanNya?
Allah, kekasihku perintah untuk membuat segala suruhanNya, ada aku buat? Layakkah aku memanggilNya sebagai kekasih?
Dia hanya menyuruh aku untuk meninggalkan maksiat, begitu liat untuk aku lakukan! masih lagi suka kepada kemaksiatan, seronok aku langgar perintah Kekasihku.
Tapi
ada kekasih aku marah? tinggalkan aku? biarkan aku berseorangan? tidak!!! tidak sama sekali...
Allah sentiasa ada.. kadang2 beri aku ujian dan peringatan untuk menyedarkan aku bahwa aku sudah berada jauh dariNya....
tatkala aku merintih dan menangis, putus harapan, Dia pasti ada, memujuk aku dengan kitab suciNya, memujuk aku dengan kasih sayang dan nikmat serta zat Nya... sentiasa ada disitu untuk terima ampun dan maaf aku
aku?
argh!!! hinanya aku ya Allah!!
Ampunkan lah dosa - dosa ku
aku selalu mungkir pada janji - janji aku
aku perlu istiQamah dalam perjuangan aku
Saat dunia hampir kiamat ini, aku perlu berlari,
berlari mengejar redhaNya
itu tujuan aku hidup sekarang
aku perlu tinggalkan segala benda kelalaian yang aku buat selama ini.
yang boleh menjadi fitnah pada islam. aku MESTI
Itu janji aku padaMu ya Allah, tujuan kehidupan ku

"Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa dan kesalahan, sebagaimana pakaian putih yang dibersihkan dari kotoran" (HR. Bukhari dan Muslim)

"DAN ADA DIANTARA MANUSIA YANG MENYEMBAH ALLAH DENGAN SIKAP DAN PENDIRIAN YANG TIDAK TETAP, IAITU KALAU DIA BEROLEH KEBAIKAN, SENANGLAH HATINYA DENGAN KEADAAN ITU. DAN KALAU PULA DIA DITIMPA FITNAH KESUSAHAN, BERBALIKLAH DIA SEMULA ( KEPADA KEKUFURANNYA ). DENGAN SIKAPNYA ITU, RIGILAH DIA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT, ITULAH KERUGIAN YANG TERANG NYATA" AL-Hajj : 11

Sunday, January 17

Peringatan

Bismillahi walhamdulillah,
Alhamdulillah, agak lama juga ana x menulis dalam blog nie, agak sibuk dengan urusan dunia, astaqfirullah... itu lah manusia, Allah uji dengan dunia... mudah - mudahan kita sama - sama di berkati dan diredhai Allah. Kali ni ana nak bawa satu dua cerita yang kemungkinan akan dicantum menjadi satu (ana x reti sangat bercerita) :) tak pe kut.. asalkan pembaca dapat pengajaran mahupun teladan, insyaAllah...

Bila kita renung serta muhasabah diri ini, kita hayati kembali detik - detik peristiwa besar yang berlaku dalam kebelakangan ini, awal muharam jatuh pada hari jumaat, tahun baru pada hari jumaat, ditambah dengan gerhana bulan pada hari jumaat dan juga gerhana matahari yang jatuh pada hari jumaat. sedar atau tidak, Allah nak tunjuk bahawa kebesaran dan kemuliaan yang berlaku pada hari jumaat, raja segala hari dan jangan lupa juga... HARI KIAMAT juga berlaku pada hari jumaat...

Bila sebut mengenai kiamat, rasa ianya semakin semakin semakin hampir kepada kita, sangat sangat hampir pada kita, bagaikan menunggu masa sahaja
"Telah semakin dekatkepada manusia perhitungan amalan mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)"
ayat Al-quran ini bagaikan satu peringatan pada kita, memang terlalu sesuai dengan kita yang semakin lalai semakin alpha pada dunia, MasyaAllah...

Cuba kita ambil masa seketika, masa kita berada di bangku sekolah, ustazah yang mengajar subjek agama menyebut mengenai hari akhirat ini, apakah yang kita rasa? adakah rasanya masih sama? masih jauh? atau pun sekarang perasaan yang kita rasa itu sudah lain? sangat lain.... berbeza.. bagaikan sebentar sahaja lagi dunia ini akan MUSNAH. bayangkan lah ketika itu kita baru saja sedar akan kesalahan kita, bayangkan lah pada waktu itu kita baru sahaja ingin pergi ke masjid untuk meminta taubat dan pertolongan Allah, bayangkan lah pada waktu gunung beterbangan bagaikan kapas, langit runtuh, daratan terbelah, dimana kita nak lari? dimana?

Ingatlah sahabat sekalian, pada hari itu, pintu - pintu taubat sudah ditutup. saya ulang, sudah ditutup. tiada lagi pengampunan dan penerimaan taubat. yang ada hanyalah penghitungan segala amalan yang kita lakukan... Nau'zubillah... takutnya kita pada hari itu, matahari yang hanya sejengkal, kita berseorangan hanya dengan amalan yang kita bawa... Ya Allah... takutnya kita pada waktu itu, dari mana amalan kita diterima?? tangan kanan? atau tangan kiri?

Ya Allah, syurga yang kita minta tapi amalan neraka yang kita lakukan... macam mana 2? amalan yang bagaimana? kita lihat sahaja dengan kehidupan seharian kita selama 24 jam sehari. berapa lama kita berbicara kepada Allah? berapa lama kita guna masa untuk akhirat? bermula daripada bangun pagi, sehingga terlelapnya kita, apa yang kita lalukan untuk Allah? apa yang telah kita lakukan untuk islam? fikir - fikirkanlah sahabat.. fikir - fikirkan lah sayang.

Masih tidak terlambat untuk kita meminta ampun dan paling penting Redha Allah didalam dunia ini. itu yang paling penting, usah risau dengan himpitan manusia. Allah pasti ada bersama orang yang benar.



Friday, January 1

Lalai dalam solat

"Wahai yang empunya diri, sudahkan selesai mendirikan solat"
"Sudah, alhamdulillah."

"Apakah kamu telah berniat dan mengangkat takbir ketika memulakan solatmu?"
"Ya".

"Apakah ketika kamu memasang niat dan mengangkat takbir itu,kamu rasakan ia mungkin solatmu yang terakhir,kerana mati boleh menjemputmu bila-bila masa?"
"Tidak"

"Adakah ketika lidahmu menyebut Allahuakbar,hatimu turut membesarkan Allah?"
"Tidak...."

"Kalau begitu ,kamu tidak benar-benar berniat dan mengangkat takbir."
"..."

"Ketika lidahmu melafazkan doa iftitah, adakah hatimu mengiakan bahawa hidup dan matimu hanya untuk Allah yang Esa?"
"Tidak"

"Ketika surah al-fatihah kamu baca ,adakah hatimu bersyukur kepada Allah, Tuhan yg kamu sembah dan tempat kamu minta pertolongan, lantas kamu memohon di beri petunjuk ke jalan yang diredhai -Nya dan dijauhkan dari jalan yang sesaat lagi di murkaiNya?"
"Tidak.. "

"Kalau begitu, kamu sebenarnya tidak membaca apa-apa dalam solatmu."

"..."

"Adakah kamu menyempurnakan rukuk dan sujud serta menjaga pergerakanmu agar tidak mendahului imam?"

"Ya"

"Dan ketika rukuk dan sujud itu adakah hatimu tunduk dengan penuh rasa hina diri ke hadrat Allah dan benar-benar merasakan kebesaran-Nya dan kamu merasakan Allah itu melihatmu dan menilai solatmu yg sedang kamu kerjakan?"
"Tidak"

"Kalau begitu,kamu sebenarnya tidak rukuk dan sujud ."

"..."

"Dalam solatmu, adakah kamu berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan suatu amal juga kebajikan yg paling utama?"
"Tidak"

"Dan ketika kamu akhiri solatmu dengan ucapan salam,adakah hatimu merasa takut kalau-kalau solatmu yang baru kamu kerjakan itu tidak diterima oleh Allah lalu amalan itu di lemparkan kembali ke mukamu , di samping berharap agar Dia mahu menilai solatmu sebagai pengabdian darimu?"
"Tidak.."

"Kalau begitu,kamu sebenarnya tidak mendirikan solat tidak mengingati dan mendekatkan dirimu dengan Allah melalui solatmu.

Berwaspadalah kerana Allah telah berfirman:
'Neraka wail bagi orang yang solat, yang mereka lalai dalam solatnya' (surah Al-Maun:4-5)

"Astaghfirullahal azim... Ya Allah,berikan aku kekuatan utk memperbaiki solatku dan menjadikannya wadah utk bertambah dekat dan hampir dengan-Mu."

Rasulullah saw bersabda yang bermaksud, "Berapa ramai orang yang mendirikan solat, tetapi yang diperolehinya hanya penat dan letih, kerana mereka itu lalai dalam sembahyangnya'

Hadis tersebut menerangkan betapa banyak sembahyang yang didirikan oleh seseorang itu tapi malangnya ia tidak memperolehi pahala melalui sembahyangnya itu. Sebaliknya oleh kerana lalai ketika sembahyang maka Allah swt menjanjikan balasan api neraka pula kepadanya.

Firman Allah yang bermaksud "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang solat, iaitu orang-orang yang lalai dari solatnya"

p/s: Sekadar utk renungan bersama....wallahu'alam....
copy + paste from www.pmiupmonline.blogspot.com