Tuesday, August 17
Salam Ramadhan~~~~
huk2~~ berhabuknye~~
Almaklumlah, masuk - masuk upm je bizi sangat2~~ sampai x de mase nak membebel kat sini~~~ hehehe.. bukan alasan semate tau...
banyak perkara suka duka sedih dan gembira yang telah berlaku sepanjang kemasukan sesi nie.. banyak bende yang telah berlaku dengan sangat cepat yang dapat mematangkan serta menjadikan diri ini sangat2 berdikari...
terima kasih kepada mereka yang telah membantu diri ini menjadi begini...
terima kasih kerana memberi aku pengajaran bahawa hidup ini tak boleh bergantung pada sesiapa kecuali Allah yang maha Esa...
Terima Kasih ALLAH sebab Kau telah memberi aku petunjuk bahawa hanya Engkau lah yang layak untuk aku beri segalanya...
Alhamdulillah, pentarbiyahan diri yang aku terima kini aku sedar ianya melalui pengalaman,
yang Allah kirimkan melalui pesuruh - pesuruhnya,
Dia beri aku mereka untuk aku tidak bergantung pada mereka
Dia beri aku ujian untuk aku kuat jiwa dan raga
Dia beri aku macam2 masalah untuk aku dapat berfikir secara matang bukan sahaja matang pemikiran malah iman
Dia beri aku kesedihan, untuk tunjuk pada aku bahawa Dia masih disini walau aku kesorangan
Dia beri aku perasaan kesorangan untuk tunjuk pada aku bahawa aku ada Dia!
Dia beri aku kegembiraan untuk tunjuk pada aku, semua orang berhak untuk bahagia atas jalanNya!
Dia beri aku ramai sahabat - sahabat seperjuangan, untuk tunjuk pada aku bahawa ada juga yang ingin bersahabat dengan aku!
Dia beri aku kesusahan menjawab test untuk aku berusaha bersungguh - sungguh dan bukan hanya bertawakal sahaja!
Dia beri aku pelbagai taklifan, untuk didik aku jadi orang yang bertanggung jawab, serta tidak selalu tido atau alpa dengan nikmatNya
SubhanaAllah....
sangat cantik aturan yang telah Allah tunjukkan pada aku...
apakah aku ni nak jadi hamba yang tak bersyukur?
setelah banyak yang telah Dia berikan padaku?
Kadang2 kita perlu koreksi balik diri kita
kadang2 kita perlu bayangkan, apa yang telah kita buat sepanjang hidup ini...
apa yang kita buat untuk diri kita?
apa yang kita buat untuk keluarga kita?
apa yang kita buat untuk tempat tinggal kita?
apa yang kita buat untuk agama kita??
"sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya kerana Alah s.w.t"
semoga ramadhan ini memberi seribu makna dalam hidup kita~~
ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna
agar dapat ku lalui dengan sempurna....
mane la tahu ini adalah Ramadhan yang terakhir untuk ku... aku patut melakukannya dengan sepenuh hatiku~~
Thursday, June 24
selamat~~ tahun baru~~~ =)


Monday, June 21
kelahiran dan kematian


Wednesday, May 19
kala Cinta merangsang Aqidah~~
Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap
senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai disudut mata.
Pedih dan sedih silih berganti kunjung mengunjungi.
Pupus segala harap, melukai semua impian
yang kadang memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh
menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan.
Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas
sekelebat bayang. Disibaknya kegelapan, namun entah
dimana ia berada. Kecewa, hingga guratan keresahan
menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang
menusuk-nusuk, membuat kedukaan semakin berat, hingga
menghujam akal dan aqidah. Air mata semakin deras
tumpah, lelah, tubuh pun mencoba rebah. Namun jiwa ini
lemah, mata air di telaga yang coba dibendungnya
kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hingga
membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.
Cinta...
Entah berapa banyak pahlawan yang tercipta karenanya,
namun cinta juga kadang melahirkan para pecundang. Ia
laksana kobaran api yang berasal dari setitik bara,
menyuluh, namun dapat pula membakar. Impian cinta
membuat hati dan raga terselimuti bahagia, hingga
memompa harapan yang keluar masuk melalui butiran
darah. Mengharapkan kekanda tercinta yang siap
mendampingi saat tawa dan air mata, hingga terbentang
siluet istimewanya seorang wanita yang telah menikah,
mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut
kasih sayang.
Namun, impian berbeda dengan kenyataan. Sepi semakin
menggerogoti hari, sendiri... dan masih sendiri.
Duhai belahan hati, entah dimana kekanda bersembunyi.
Ukhti sholehah yang dicintai Allah Ta'ala...
Cinta dan impian membentuk sebuah keluarga memang
begitu indah. Namun takkala ia belum menyapa,
janganlah membuat gundah dan resah, bahkan merubah
pandangan terhadap Sang Pemilik Cinta. Kegelisahan
jangan pula membuatmu menggadaikan aqidah, karena
sungguh harta itu tak ternilai harganya. Tak ada yang
dapat membelinya, apalagi dengan basa-basi cinta yang
menyelubungi halleluyah.
Cinta yang membara tak akan dapat menghapus ketentuan
Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan janganlah kamu
menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita
mu'min) sebelum mereka beriman..." [Al Baqarah: 221].
Namun, ajaran junjungan Rasulullah Sallallaahu Alayhi
Wasallam akan pupus, tidak dengan senjata tapi dengan
kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika,
dan tidak dalam benci tapi dalam cinta [Henry Martyn,
missionaris, 1812 M].
Cinta akan membentuk sebuah keluarga samara (sakinah,
mawaddah wa rahmah) karena kesamaan iman dan aqidah,
dalam naungan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan
biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta
berselaput halleluyah, karena cinta seperti itu akan
meranggas aqidah. Pernikahan dengan keyakinan yang
berbeda, tak akan melahirkan ketenteraman jiwa, karena
ia adalah zina.
Dapatkah engkau menjawab saat anakmu bertanya, mengapa
ayah selalu pergi setiap hari Minggu, sedangkan dirimu
ruku' dan sujud? Bisakah engkau menjelaskan saat anak
laki-lakimu bertanya, mengapa ayah tidak pergi solat
Jumaat padahal dirimu berbicara panjang lebar tentang
kewajiban menunaikannya? Atau, mengapa ayah tidak
mengucapkan bismillah tapi atas nama Bapa, Putera dan
Roh Kudus? Juga, mengapa Tuhannya ayah ada 3 sedangkan
dirimu selalu mengucapkan Ahad... Ahad... Ahad?
Mampukah engkau menjelaskan semua itu dan banyak lagi
kepada buah hatimu?
Duhai ukhti, sanggupkah engkau menahan murkanya Allah
Subhanahu wa Ta'ala?
Saat jiwamu lelah bertanya dimanakah gerangan kekanda
berada, kembalilah kepada Sang Pemilik Rahsia,
lantunkan munajat dan do'a, mohon tetapkan iman untuk
selalu teratur kepada-Nya. Jadikan hati ini selalu
ikhlas serta rela atas setiap keputusan-Nya.
As'alukallahummar ridha ba'dal qadha, wa burdal 'iisyi
ba'dal maut, wa ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa
syauqon ila liqaa'ika.
Ya Allah, aku mohon kerelaan atas setiap keputusan-Mu,
kesejukan setelah kematian, dan kelezatan memandang
wajah-Mu serta kerinduan berjumpa dengan-Mu.
Mohonkan juga kepada-Nya, agar Ia menguatkan niat dan
azzam kepada lelaki yang belum menikah untuk segera
menyempurnakan setengah agama, sehingga dirimu serta
pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun sebuah
istana kecil nan indah dalam naungan ridho-Nya.
Duhai ukhti sholehah...
Sabar... dan bertahanlah. Kalaulah Allah Subhanahu wa
Ta'ala menakdirkan dirimu sebagai lajang di dunia ini,
yakinlah di surga ada yang setia menanti. Kuatkan
hati, tegar... dan selalu tegar, karena dirimu
memiliki harta yang tak ternilai harganya, yaitu
aqidah.
Friday, April 30
JANGAN LETIH IKHLAS
"Saya tidak mempunyai apa-apa harapan lagi pada organisasi ini," kata seorang kakak berterus-terang.
"Mengapa?" balas saya.
"Organisasi ini dipenuhi oleh kaki bodek dan kaki ampu. Saya terseksa bekerja secara ikhlas di sini. Tidak pernah dihargai, tidak ada ganjaran yang wajar. Saya bukannya orang yang bermuka-muka. Tak pandai saya nak ampu-ampu orang atas, Fokus saya kepada kerja sahaja."
Kakak itu sebenarnya adalah peserta program yang paling senior. Telah berpuluh tahun bekerja dalam organisasi tersebut. Itu adalah kali terakhir dia mengikuti program latihan. Enam bulan lagi dia akan bersara. Kesempatan yang diberikan kepadanya dalam sesi memperkenalkan diri itu telah digunakannya sepenuhnya untuk meluahkan rasa kecewa dan marahnya sepanjang berkhidmat di situ. Sungguh, dia kecewa sekali. Siapa tidak marah, jika bekerja secara ikhlas dan gigih tetapi tidak pernah dinaikkan pangkat atau mendapat kenaikan gaji?
Sewaktu rehat, sambil minum-minum dan berbual santai saya bertanya kepadanya, "kakak punya berapa orang anak?"
Sengaja saya bertanya soal-soal "di luar kotak" agar ketegangan dalam sesi sebelumnya dapat diredakan.
"Oh ramai encik…"
"Bagaimana dengan anak-anak kakak?"
Wah, saya lihat dia begitu ceria apabila mula menceritakan tentang anak-anaknya. Boleh dikatakan semua anak-anaknya berjaya dalam profesion masing-masing. Ada yang menjadi doktor, jurutera, pensyarah dan sebagainya. Malah seorang anaknya telah menjadi hafiz.
"Kakak, boleh saya bertanya?"
"Tanyalah encik…" ujar kakak itu sambil tersenyum. Mendung di wajahnya sudah berlalu. Dia begitu teruja bila bercerita tentang anak-anaknya. Memang, semua anak-anaknya menjadi.
"Jika kakak diberi pilihan, antara anak-anak yang "menjadi" dengan naik gaji, mana yang kakak pilih?"
Belum sempat dia menjawab, saya bertanya lagi, "antara kakak naik pangkat dengan anak-anak berjaya dalam karier mereka, mana yang kakak pilih?"
Dengan cepat kakak itu menjawab, "hati ibu encik… tentulah saya pilih anak-anak saya menjadi walaupun tidak naik gaji atau dapat pangkat. Anak-anak adalah harta kita yang paling berharga!"
Saya tersenyum. Hati ibu, begitulah semestinya.
"Kakak, sebenarnya keikhlasan dan kegigihan kakak bekerja dalam organisasi ini telah mendapat ganjaran…" kata saya perlahan. Hampir berbisik.
"Maksud encik?"
"Allah telah membalas dengan ganjaran yang lebih baik dan lebih kakak lebih sukai. Bila kakak ikhlas bekerja dalam organisasi ini, Allah berikan kepada kakak anak-anak yang menjadi."
"Tidak pernah saya terfikir begitu encik…"
"Allah Maha Berkuasa. Ada kalanya takdir dan perbuatan-Nya terlalu misteri dan rahsia untuk dijangkau oleh pemikiran kita. Tetapi yakinlah what you give, you get back. Itu hukum sunatullah dalam hubungan sesama manusia. Kebaikan yang kita buat akan kembali kepada kita. Yakinlah."
"Walaupun bukan daripada seseorang atau sesuatu pihak yang kita berikan kebaikan itu?"
"Maksud kakak?"
"Macam ni, saya buat kebaikan kepada organisasi tempat saya bekerja, tapi Allah berikan kebaikan kepada keluarga. Pembalasan Allah bukan di tempat saya bekerja, sebaliknya diberikan dalam keluarga saya. Begitukah encik?"
"Itulah yang saya katakan tadi, takdir Allah kekadang terlalu misteri. Tetapi ketetapannya mutlak dan muktamad, siapa yang memberi kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Dalam istilah biasa itu dipanggil golden rule!"
Kakak itu termenung. Mungkin memikirkan pertalian dan kaitan antara apa yang berlaku dalam organisasi dengan familinya.
"Metafora atau analoginya begini. Katalah kita sedang memandu di satu jalan yang mempunyai dua atau tiga lorong. Penuh sesak. Tiba-tiba sebuah kereta yang tersalah lorong di sebelah memberi isyarat untuk masuk ke lorong kita. Kerana simpati melihat dia terkial-kial memberi isyarat, kita pun beralah, lalu memberi laluan untuk kereta itu masuk di hadapan kita…"
Saya berhenti seketika mengambil nafas sambil mencari reaksi. Saya lihat kakak itu mendengar penuh minat. Dia meneliti metafora yang saya sampaikan dengan begitu teliti.
"Kemudian kita terus memandu ke hadapan. Mungkin sejam kemudian atau setelah berpuluh-puluh kilometer, tiba-tiba kita pula yang tersalah lorong. Kita pula yang memberi lampu isyarat untuk masuk ke lorong sebelah. Soalnya logikkah kalau kita mengharapkan kereta yang kita bantu sebelumnya memberi laluan untuk kita?"
Kakak itu tersenyum dan berkata, "tak logik encik. Kereta yang kita bantu tadi entah ke mana perginya."
"Tapi ada tak kereta lain yang simpati dan memberi laluan untuk kita?'
"Pasti ada! Insya-Allah. "
"Ya, begitulah. Padahal kereta itu tidak pernah sekali pun kita tolong. Tetapi Allahlah yang menggerakkan hati pemandunya untuk memberi laluan kepada kita. Orang yang kita beri kebaikan, tidak ada di situ untuk membalas kebaikan kita… Tetapi Allah menggerakkan hati orang lain, yang tidak pernah merasa kebaikan kita untuk membalas kebaikan kita tadi."
"Subhanallah! "
"Begitu dalam litar di jalan raya dan begitu jualah litar dalam kehidupan manusia. Kita buat baik kepada A, tetapi kerap kali bukan A yang membalas kebaikan kita tetapi B atau C atau D atau lain-lainnya yang membalasnya. Inilah hakikat yang berlaku dalam kehidupan ini."
"Kita tidak boleh kecewa bila keikhlasan kita dipersiakan? " tanya kakak itu lagi. Lebih kepada satu respons minta diiyakan.
"Kakak, ikhlas sebenar tidak pinta dibalas. Tetapi Allah Maha Kaya dan Maha Pengasih, siapa yang ikhlas akan diberi ganjaran walaupun mereka tidak memintanya kerana setiap kebaikan itu akan dikembalikan kepada orang yang melakukannya. Ia umpama bola yang dibaling ke dinding, akan melantun semula kepada pembalingnya! "
"Selalunya saya dengar, orang ikhlas akan dibalas di akhirat."
"Itulah balasan yang lebih baik dan kekal. Tetapi saya katakan tadi, Allah Maha kaya, Allah mahu dan mampu membalas keikhlasan hamba-Nya di dunia lagi."
"Maksud encik?"
"Orang yang ikhlas akan diberi ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Anak-anak yang soleh dan solehah. Isteri yang taat atau suami yang setia. Dan paling penting… hati yang sejahtera. Inilah kekayaan dan kelebihan yang lebih utama daripada pangkat, gaji dan jawatan."
"Jadi orang ikhlas akan terus ditindas, tidak dapat kenaikan pangkat atau gaji? Bukan apa, saya terfikir kenapa nasib kaki ampu dan kaki bodek lebih baik dalam organisasi. Mereka dapat naik pangkat!"
Giliran saya pula tersenyum.
"Tidak ada kebaikan yang akan kita dapat melalui jalan yang salah. Percayalah, kalau benar mereka kaki ampu dan bodek sahaja… pangkat yang mereka dapat akan menyebabkan mereka melarat. Gaji naik, tetapi ketenangan hati menurun. Ingat apa yang saya kata tadi, what you give you get back but more than that… Golden rule itu bukan untuk kebaikan sahaja, tetapi untuk kejahatan juga. Kalau kita berikan kejahatan, kejahatan itu akan kembali semula kepada kita. Kaki ampu, mungkin akan dapat anak yang pandai bermuka-muka. Kaki bodek mungkin dibalas dengan isteri yang berpura-pura! " terang saya panjang lebar.
"Jadi apa yang harus saya lakukan dengan baki masa perkhidmatan yang tinggal tidak beberapa bulan lagi ni?"
"Bekerjalah dengan gigih. Walaupun mungkin bos tidak melihatnya, tetapi Allah Maha Melihat. Bekerja itu satu ibadah. God is our "ceo", kata orang sekarang. Insya-Allah, satu hari nanti manusia juga akan diperlihatkan oleh Allah tentang keikhlasan manusia yang lain. Jangan berhenti memberi kebaikan hanya kerana tidak dapat penghargaan…"
"Maksud encik?"
"Jangan mengharap terima kasih daripada manusia atas kebaikan yang kita buat kepadanya."
"Kenapa?"
"Kita akan sakit jiwa!"
"Kenapa?"
"Kerana umumnya manusia tidak pandai berterima kasih. Lihatlah, kalau kepada Allah yang Maha Memberi pun manusia tidak pandai bersyukur dan berterima kasih, apalagi kepada manusia yang pemberiannya terbatas dan berkala. Sedikit sekali daripada manusia yang bersyukur," balas saya mengulangi apa yang maktub dalam Al Quran.
"Tetapi Allah tidak berhenti memberi… " kata kakak itu perlahan.
"Walaupun manusia tidak berterima kasih kepada-Nya. Sekalipun kepada yang derhaka dan kafir, tetapi Allah terus memberi… Justeru siapa kita yang tergamak berhenti memberi hanya kerana tidak mendapat penghargaan dan ucapan terima kasih?"
"Ah, kita terlalu ego…"
Dan itulah kesimpulan perbualan yang saya kira sangat bermakna dan besar impaknya dalam hidup saya. Saya terasa "diperingatkan" semasa memberi peringatan kerana pada hakikatnya saya juga tidak terlepas daripada lintasan hati oleh satu pertanyaan… orang ikhlas tertindas?
Sunday, April 18
kiamat sughra
Sabda Rasulullah:
"Kiamat itu ada dua... Kiamat Sugra (Kecil) dan Kiamat Qubra (Besar)... Kiamat Sugra ialah Kiamat dimuka bumi sahaja diakhir zaman... Akan masih ada segolongan kecil yang hidup untuk pembiakan umat baru yang akan bertemu Nabi Isa A.S... Manakala Kiamat Qubra ialah Kiamat yang seluruh alam semesta dan galaksi hancur... Tiada lagi manusia yang hidup, dan tiada lagi bumi..."
"Umatku ada dimuka bumi ini selama 1,500 tahun lamanya... Sebelum terjadinya Kiamat Qubra, akan tiba Kiamat Sugra... Sebelum datangnya Kiamat Sugra, akan ada tanda-tandanya... Begitu juga sebelum tibanya Kiamat Qubra..."
Ayat al-Quran:
"Tidakkah kamu (manusia) melihat bagaimana Allah menghapuskan kaum terdahulu sebelum kamu, sedangkan mereka (kaum terdahulu) dari tamadun yang hebat, membina bangunan dari tembok-tembok kukuh..."
"Apabila manusia terlalu banyak melakukan kerosakan dimuka bumi ini, Allah akan perintahkan bumi bergoncang, gunung memuntahkan isinya, langit menurunkan hujan, sehingga mereka (manusia) menjadi hancur-sehancurnya... Dan Allah akan menggantikan mereka dengan umat yang baru..."
________________________________________________________________________
Ust.Harun Din dlm ceramah dia, ada membaca sebuah artikel yg menceritakan bahawa dunia ni dah nak kiamat ... Planet Marikh (planet ke-4 dan paling dekat dengan bumi) telah mengalami pusingan yang terbalik pada bulan Sept 2008 lepas.. Maknanya, planet yg dekat dgnnya jugak (bumi la) akan bertukar arah pergerakan dia.. Maka pada saat tu akan terjadi kejadian matahari tenggelam sebelah timur...
Penjelasan Saintifik Bagaimana Ia Berlaku:
Untuk pengetahuan semua, sebuah planet bernama Nibiru atau planet X (oleh NASA) sedang melengkapkan putaran orbitnya yang berlaku setiap 3600 tahun.. Planet ini 100 kali ganda besar bumi dan sama besar dengan planet Jupiter (Musytari). Dijangkakan pada 21/12/2012 planet ini akan memberi kesan paling dahsyat kepada bumi dengan memutarkan kutub-kutub ke kedudukan terbalik (polar shifting) yang dijangkakan oleh NASA.
Pada bulan Mei 2009 lalu Planet X berwarna merah jelas kelihatan oleh semua penduduk bumi selama sebulan antara jam 1am - 3am...
Peristiwa ini seperti yang pernah berlaku semasa banjir besar zaman Nabi Nuh AS dahulu.. Planet ini tak menghentam bumi tapi tarikan gravitinya yang sangat kuat akan mengganggu bumi... Ia hanya akan lalu diantara bumi dan matahari dimana kecerahannya berwarna kemerah-merahan seakan-akan anak matahari..
(Tanda tibanya kiamat kecil objek merah di langit kelihatan)...
Amerika Syarikat dan negara barat lain sedang sibuk membuat persiapan menghadapi keadaan ini dengan membina beberapa penempatan sementara di banjaran-banjaran gunung lengkap dengan makanan yang mampu bertahan 3 tahun kerana dianggarkan 2/3 penduduk bumi ini akan lenyap...
Di norway misalnya mereka membina sebuah gudang menyimpan segala biji benih di sebuah bukit lengkap dengan ciri-ciri keselamatan dan dari ancaman bencana..
(Rujuk paper bulan Februari 2008, kosmo, Berita Harian dan lain-lain)
Benarlah sabda RASULULLAH
Satu hari nanti bumi akan hancur dan ditenggelami air selama 40 hari, dan satu zaman baru muncul dipanggil back to ancient berlaku dimana segala teknologi pupus dan manusia akan kembali seperti zaman purba, berperang dengan pedang cara kuno...
Jadi bersedialah kita umat Islam...ALLAHHU AKBAR..!!
Kajian... (ALLAH Maha Mengetahui dan mahu kita berfikir..)
a) Mengikut hadith umat Rasulullah akan hidup selama 1500 tahun... Sekarang sudah 1440 = 426 + 12 tahun hijrah.... Daripada ini kita ketahui kita akan bertahan dalam masa 61 tahun lagi..
Jikalau ini benar, Alam akan kiamat (Besar) pada tahun 2066...
b) Saintis telah menjumpai sebuah planet yang lebih kecil daripada bumi yang menghala ke bumi.. Ia telah dianggarkan bahawa planet itu akan melanggar bumi pada tahun 2014.
Namun, Amerika telah cuba untuk menukarkan orbitnya dengan menembaknya dengan sebuah roket...
Dan saintis juga telah menjumpai sebuah planet yang jauh lebih besar dari Bumi juga akan menghentam bumi dalam masa 60 tahun lagi...
Jikalau ini benar, dunia akan musnah pada tahun 2065.....
c) Dan dikatakan kuasa Israel akan mencapai puncaknya pada tahun 2007... Mereka merancang memusnahkan Kaabah pada tahun 2011...
(Meruntuhkan Kaabah mengundang kemurkaan Allah, mungkinlah juga Kiamat Kecil 2012 itu disebabkan kemurkaan Allah)
Dan kuasa Israel akan jatuh semula dalam 14 tahun, iaitu tahun 2022, disebabkan oleh penurunan semula Nabi Isa..... .
Dan hadith mengatakan bahawa Nabi Isa hanya akan hidup selama 40 tahun dan dunia akan kiamat selepas itu..
Jikalau ini benar dunia akan kiamat pada tahun 2062...
Dianggarkan Kiamat Qubra (Besar) Antara Tahun 2062-2066...
Wallahu'alam. .. Semua ini telah dikaji...
Dan yang dipercayai paling tepat ialah hadith yang mengatakan bahawa umat Rasulullah akan bertahan selama 1500 tahun...
Kita telah berada di bumi ini selama 1440 tahun...
Cubalah anda kirakan sendiri...
Beribadatlah wahai umat Islam sekalian...
Kiamat pasti tiba. hanya orang yang leka dengan dunia sahaja yang akan rugi. Berhibur tidak salah tapi jangan lupa apa yang disuruh oleh Allah.
Patuhi suruhan Allah dan tinggalkan yang mungkar.
Marilah sama-sama mendoakan kesejahteraan untuk semua umat Islam..
Tuesday, April 13
Alangkah susahnya mencari kebenaran di akhir zaman
Terutama orang awam yang ilmu agamanya sekadar cukup untuk fardhu ain
Selain itu tidak mampu menilai benar atau salah, hak atau sesat
Orang munafik menuduh oang lain munafik yang tidak munafik
Orang yang sudah sesat menuduh orang yang tidak sesat sebagai sesat
Teraniayalah orang yang tidak munafik terzalimlah orang yang tidak sesat
Pembuat-pembuat bid'ah menuduh orang yang berjalan di atas As Sunnah sebagai pembuat bid'ah, kerana sudah ramai yang tidak ikut As Sunnah.
Yang mengikut As Sunnah dipercayai orang ramai pembuat bid'ah.
Teraniayalah pula pengikut-pengikut As Sunnah, dianggap bid'ah.
Orang-orang baik dianggap jahat, penjahat-penjahat dianggap baik
Kerana orang yang baik terlalu sedikit mereka terpinggir,
terpinggir ertinya jahat pada pandangan ramai.
Orang yang ada jawatan tinggi cakapnya dianggap benar dan sah belaka
Rakyat jelata walaupun benar,
cakapnya tidak ada harga,
tidak diambil kira sekalipun dia seorang yang soleh
Jawatan tinggi yang menentukan salah benar sesuatu masalah
Bukankah terkeliru dibuatnya di dalam mencari kebenaran?
Begitulah watak akhir zaman, yang sudah jauh dari Rasul
Sungguh susah hendak mencari kebenaran,
macam hendak mencari gagak putih atau merah.
Tunjukkanlah kami ya Allah jalan kebenaran
Agar kami tidak sesat jalan menuju Engkau
Ya Allah selamatkan kami

